Senin, 06 Januari 2020

Puspa IPTEK Sundial



Pernah gak sih kalian mengunjungi museum IPTEK. Pasti ada yang pernahkan, nah bagi kalian yang belum pernah mengunjungi museum IPTEK. Baca artikel ini dulu deh, akan ada banyak hal yang belum pernah kalian lihat bisa jadi mengerti setelah membaca artikel ini 

Puspa IPTEK Sundial terletak di Parahyang, Padalarangan Kota Bandung. Puspa IPTEK Sundial di resmikan pada tanggal 11 Mei 2002, bertepan dengan Hari Pendidikan Nasional. Mulai tahun 2013 area alat peraga di puspa IPTEK Sundial juga diperluas serta fasilitasnya diperlengkap. Kepanjangan dari IPTEK adalah Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sedangkan Sundial yang berati jam matahari.


Nah, ketika kita akan memasuki Puspa IPTEK kita hanya perlu membayar uang masuk sebesar Rp 12.000,00 tidak mahalkan. Jika kamu ingin melihat pertunjukkan film 4 dimensi, harga tiketnya sebesar Rp 24.000,00.
Berikut peresmian puspa IPTEK Sundial:
                            
 
  Peresmian Puspa IPTEK Sundial

Kawan ketika kita akan masuk menuju pintu masuk Puspa IPTEK pasti akan menemui sebuah Jam Matahari yang sangat besar. Jam tersebut dinamakan sebagai Sundial ( Jam Matahari). Di museum IPTEk terdapat 2 macam Jam Matahari yaitu:  Jam Matahari Vertikal dan Jam Matahari Horizontal.
 Jam matahari vertikal
Ketika kita akan menuju pintu masuk pasti kita akan menemui Jam Matahari Vertikal. Lalu dimana Jam Matahari yang Horizontal?. Jam Matahari Horinzontal tidak kita temui diluar gaes.

Namun kita akan menemuinya di dalam ruang. Jam Matahari Horizontal dibentuk lebih kecil lagi dalam bentuk arsitektur gaes.
                
Jam matahari Horizontal

Setelah kita menemui Jam Matahari Horizontal kita akan banyak menemui barang-barang yang selama mata pelajaran IPA dijelaskan oleh guru kita. Banyak sekali barang-barang yang dapat kita coba untuk menambah pengetahuan kita. Kita akan menemui barang-barang seperti:

1. Bejana Pascal 
                                            
Bejana Pascal

Perhatikan bagaimana air pada 4 bejana yang berbeda bentuk dan terhubung satu sama lain memiliki tinggi permukaan yang sama. Kemudian tekanan pada bagian dasar pada kedalaman zat cair dan tidak tergantung pada bentuk bejana.

Alat peraga tersebut menunjukkan Hukum Pascal dalam Fisika yaitu perubahan tekanan yang diberikan pada suatu fluida di ruang tertutup, perubahan tersebut akan diteruskan sama besar disegala arah.

2. Magnet
Magnet

Magnet adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan magnet. Kata magnet berasal dari bahasa Yunani magnitis lithos yang berarti batu Magnesian. Bahan serbuk hitam adalah bijih besi yang digiling halus disebut magnetite. Bila memindahkan magnet, maka kita akan melihat gerakan partikel magnetit dalam bentuk dan pola yang menarik. Besi dan logam lainnya, tertarik pada magnet. Magnet Lingkaran ini merupakan bahan ferromagnetik yang memiliki daya tarik kuat terhadap logam.

3. Arus Konveksi
                

                                                     Arus Konveksi

Air yang hangat memiliki berat jenis ringan sehingga naik dalam bentuk aliran yang disebut dengan arus konveksi. Arus ini tidak bisa dilihat jika bukan karena kenyataan bahwa cahaya membelok ketika lewat di antara zat – zat yang memiliki berat jenis berbeda. Air panas dan dingin yang bercampur membelokan cahaya yang melaluinya menjadi pola – pola gelap terang yang melayang berputar – putar.

4. Tangki riak
                           

                                                       Tangki Riak

Pola gelombang yang tampak merupakan proyeksi dari gelombang transversal. Bayangan pola gelombang yang terbentuk dari hasil getaran pipa logam diatas permukaan pada tangki riak.

5. Loop the Loop
                                                Loop the Loop

Siapa yang pernah menaiki wahana roller coaster. Alat peraga ini memperlihatkan bagaimana wahana tersebut bekerja dilintasan yang naik-turun atau bahkan melingkar. Cara kerja alat ini dengan cara menggulirkan kelereng dari ketinggian yang berbeda layaknya rolleer coaster dapat bekerja pada lintasan naik-turun bahkan melingkar.

6.Sumur Gravitasi


Dua buah koin digelindingkan secara tegak di sumur yang berbentuk cekung dengan lubang di tengahnya. Sumur gravitasi ini merupakan salah satu alat peraga ilmu astronomi. Bercerita tentang gaya gravitasi beserta pengaruhnya terhadap hubungan matahari dan planet di sekitarnya.

7.Roda Persegi



Siapa bilang roda melulu berbentuk lingkaran? Roda pun bisa berbentuk persegi, dengan catatan lintasannya dibuat bergelombang setengah lingkaran, yang jaraknya diatur agar sudut persegi jatuh tepat di sudut antara bentuk setengah lingkarannya.


Banyak sekali peraga-peraga yang dapat kita temui disana. Tak rugi jika kita mengunjungi wahana disana selain bersenang-senang dan juga menambah pengetahuan kita.
Semoga artikel ini membantu kalian. Terima kasih banyak
Salam hangat,

nabila permata pada pukul 21.20

1 komentar:

  1. Belum pernah menjejak ke Kota Bandung sih jadi belum pernah kesana. Kayaknya edukatif tempatnya :D

    BalasHapus

Pengalamanku Belajar Online selama Pandemi Covid-19

Sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia. Banyak aktivitas-aktivitas masyarakat mulai berubah, entah itu bekerja, beribadah, belanja kebutu...